Tepus, 7 September 2026 — Peningkatan mutu sekolah tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di dalam kelas. Kinerja guru dan tenaga kependidikan, kedisiplinan, tata kelola, serta kejelasan tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam membangun sekolah yang berkualitas.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Workshop Peningkatan Kinerja Guru SMK YPKK Tepus yang dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman antara sekolah dan yayasan mengenai arah pengelolaan lembaga, tugas kepegawaian, serta budaya kerja yang perlu terus diperkuat.

Acara dipandu oleh Bapak Sularso, S.T., dimulai dengan pengarahan dari Ketua YPKK Cabang Gunungkidul oleh Bapak H. Bahron Rasyid, S.Pd., M.M.

Dalam arahannya, Bapak Bahron menekankan pentingnya hubungan yang selaras antara yayasan dan satuan pendidikan. Visi, misi, dan tujuan sekolah perlu berjalan searah dengan visi dan misi yayasan.

Keselarasan tersebut penting agar seluruh program sekolah memiliki arah yang jelas. Setiap unsur di sekolah juga perlu memahami peran masing-masing sehingga pelaksanaan pendidikan tidak hanya bergantung pada individu, tetapi ditopang oleh sistem kerja yang tertata.

Pembahasan juga mencakup statuta YPKK Yogyakarta yang meliputi tata kelola yayasan, kewenangan, serta pembagian tanggung jawab di satuan pendidikan. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sekolah, sementara unsur lainnya menjalankan tugas sesuai bidang yang diberikan.

Dengan pembagian tugas yang jelas, koordinasi diharapkan menjadi lebih efektif dan setiap pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Salah satu pesan penting dalam workshop adalah bahwa profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan pekerjaan. Sikap dalam bekerja juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Disiplin, loyalitas, etika, serta tanggung jawab terhadap lembaga merupakan nilai yang perlu dijaga bersama. Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran yang berbeda, tetapi semuanya berkontribusi terhadap kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik.

Karena itu, peningkatan kinerja perlu dimulai dari hal-hal mendasar: memahami tugas, melaksanakan tanggung jawab dengan baik, menjaga kedisiplinan, serta membangun komunikasi dan kerja sama yang sehat.

Pengelolaan administrasi kepegawaian juga menjadi bagian yang diperhatikan. Administrasi yang tertib diperlukan agar data, tugas, status kepegawaian, dan berbagai kebutuhan sekolah dapat dikelola secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada sesi berikutnya, Kepala SMK YPKK Tepus, Dr. Sukiter, M.Pd., menyampaikan harapan agar workshop dapat mendorong peningkatan kinerja guru dan pegawai.

Kepala sekolah juga mengingatkan pentingnya memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Menurut arah pembahasan dalam kegiatan tersebut, kejelasan tupoksi akan membantu setiap personel memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya dan bagaimana tugas tersebut harus dilaksanakan.

Disiplin waktu menjadi salah satu hal yang kembali ditekankan. Jam kerja sekolah ditetapkan mulai pukul 07.00, dengan pengaturan waktu kepulangan yang disesuaikan dengan hari kerja.

Kedisiplinan tersebut dipandang bukan sekadar persoalan hadir dan pulang tepat waktu. Lebih jauh, disiplin merupakan bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan dan keteladanan yang secara tidak langsung akan dilihat oleh peserta didik.

Workshop juga menjadi forum untuk menyampaikan berbagai tanggapan dan kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja di sekolah. Pembahasan mencakup pengaturan cuti, tugas tambahan, guru kontrak, administrasi, serta pembinaan pegawai.

Dalam konteks tersebut, komunikasi antara sekolah dan yayasan menjadi penting. Berbagai persoalan yang muncul perlu diselesaikan melalui mekanisme yang jelas sehingga keputusan yang diambil dapat dipahami dan dilaksanakan bersama.

Pembinaan pegawai juga menjadi bagian dari tata kelola. Aturan diperlukan untuk memberikan batas yang jelas mengenai hak, kewajiban, tanggung jawab, dan konsekuensi dalam pelaksanaan pekerjaan.

Dengan demikian, aturan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai instrumen untuk membangun lingkungan kerja yang tertib, adil, dan profesional.

Sekolah yang baik tidak semata membutuhkan guru yang kompeten, tetapi juga memerlukan sistem yang tertata. Guru membutuhkan ruang untuk berkembang, sementara sekolah membutuhkan setiap personelnya bekerja dengan tanggung jawab yang jelas.

Melalui penguatan tata kelola, disiplin, profesionalisme, dan komunikasi antara sekolah dengan yayasan, SMK YPKK Tepus terus diarahkan untuk membangun budaya kerja yang lebih baik.

Sebab, peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya dimulai dari orang-orang yang menjalankannya. Ketika guru dan tenaga kependidikan bekerja dengan disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab, perubahan positif akan lebih mudah dirasakan oleh peserta didik.

Workshop Peningkatan Kinerja Guru menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen tersebut: bekerja lebih tertib, melayani lebih baik, dan bersama-sama membawa SMK YPKK Tepus menuju peningkatan mutu yang berkelanjutan. (ist)

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama