TEPUS, GUNUNGKIDUL – Penggunaan teknologi digital tidak sekadar menuntut kecakapan teknis. Selain mampu mengakses dan memanfaatkan teknologi tersebut, peserta didik juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola pikiran, perasaan, serta membangun komunikasi yang sehat dengan sesama.
Semangat itulah yang dihadirkan melalui
implementasi prototipe literasi digital SIKOMHATI.ID di SMK YPKK Tepus,
Gunungkidul, pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Balai
Tekkomdik DIY, UPN “Veteran” Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan doa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMK YPKK Tepus, Dr. Sukiter, M.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dan berharap momen ini dapat membuka ruang kolaborasi dalam penguatan karakter serta literasi digital peserta didik.
Selanjutnya, Prof. Dr. Puji Lestari,
S.I.P., M.Si., dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta sekaligus
pencetus Teori Komunikasi Hati dan penggagas SIKOMHATI, memperkenalkan agenda
serta tujuan program kepada peserta didik dan guru pendamping.
SIKOMHATI.ID dikembangkan dengan
gagasan bahwa komunikasi di era digital perlu disertai kesadaran terhadap
dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Peserta didik diarahkan untuk
tidak sekadar cepat merespons, tetapi mampu berpikir sebelum berbicara,
mengenali perasaan, memahami sudut pandang orang lain, dan membangun empati.
Pendekatan ini mengintegrasikan unsur olah pikir, olah rasa, empati, dan
kedamaian hati.
Penguatan kemampuan tersebut menjadi
penting sebagai bagian dari upaya mencegah cyberbullying di kalangan peserta
didik. Interaksi di ruang digital yang berlangsung cepat dan sering kali tanpa
tatap muka dapat membuat seseorang kurang menyadari dampak dari komentar,
unggahan, pesan, maupun respons yang diberikan kepada orang lain. Karena itu,
peserta didik perlu dibekali kesadaran untuk menggunakan bahasa yang santun,
menghormati privasi, tidak menyebarkan atau mempermalukan orang lain, serta
berani mengambil sikap ketika menemukan perilaku yang berpotensi menyakiti
orang lain di ruang digital.
Melalui SIKOMHATI.ID, literasi digital
tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada
pembentukan kebiasaan berpikir sebelum mengunggah, berbicara, berkomentar,
maupun membagikan sesuatu. Kemampuan mengenali emosi dan memahami perasaan
orang lain diharapkan dapat membantu peserta didik membangun komunikasi digital
yang lebih bertanggung jawab sekaligus menjadi langkah preventif dalam
menciptakan ruang digital yang aman.
Peserta didik diperkenalkan langsung
dengan website SIKOMHATI.ID, mulai dari proses masuk ke sistem, mengenal
materi, hingga mencoba berbagai aktivitas literasi dan refleksi. Kegiatan
tersebut menjadi pengalaman awal sebelum program pendampingan literasi
dilanjutkan di sekolah.
Implementasi akan dilanjutkan selama
lima pekan ke depan dengan pendampingan wali kelas dan guru Bimbingan dan
Konseling (BK). Guru juga mendapatkan materi pendamping agar dapat turut
mengawal proses literasi dan refleksi peserta didik.
Kegiatan ini tidak berhenti pada
penggunaan sebuah platform digital. Lebih jauh, SIKOMHATI menjadi sarana untuk
menumbuhkan kebiasaan berkomunikasi dengan kesadaran, menghargai perasaan orang
lain, serta membangun lingkungan belajar yang aman dan saling menghormati.
Nilai-nilai tersebut sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun
ketahanan peserta didik agar tidak mudah menjadi pelaku maupun korban perilaku
negatif di ruang digital.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa
transformasi digital di sekolah dapat berjalan beriringan dengan pendidikan
karakter. Teknologi bukan hanya menjadi alat untuk memperoleh informasi, tetapi
juga dapat digunakan untuk membantu peserta didik mengenali diri, memahami
orang lain, dan membangun komunikasi yang lebih manusiawi.
Bagi SMK YPKK Tepus, implementasi
SIKOMHATI.ID menjadi bagian dari ikhtiar preventif untuk membekali peserta
didik menghadapi dinamika komunikasi di ruang digital, termasuk dalam mencegah
cyberbullying. Edukasi dan pembiasaan sejak dini menjadi penting agar peserta
didik memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan di ruang digital dapat membawa
dampak bagi diri sendiri maupun orang lain.
Pengembangan SIKOMHATI sendiri
merupakan bagian dari penelitian terapan yang melibatkan UPN “Veteran”
Yogyakarta dan mitra terkait, dengan Prof. Dr. Puji Lestari sebagai ketua
peneliti. Platform tersebut dirancang sebagai media edukasi, refleksi, dan penguatan
kapasitas komunikasi bagi peserta didik.
Dari Tepus, sebuah pesan sederhana
kembali ditegaskan: semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin penting
pula hati yang bijak dalam menggunakannya. (ist)
Posting Komentar