PERAN GURU SEBAGAI PENDIDIK KARAKTER DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DI ERA SOCIETY 5.0: Menyeimbangkan Teknologi dan Moralitas untuk Masa Depan yang Lebih Baik”

Disampaikan dalam kegiatan webinar nasional Bersama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 

Jumat, 21 November 2025

 MEMAHAMI ERA SOCIETY 5.0

Apa itu Society 5.0?

Masyarakat super cerdas yang mengintegrasikan ruang siber dan ruang fisik untuk memecahkan masalah sosial dengan teknologi (AI, IoT, Big Data) yang fokus pada kesejahteraan manusia, bukan hanya efisiensi ekonomi.

AI (Artificial Intelligence )adalah Kecerdasan Buatan.

AI merupakan teknologi yang dirancang untuk membuat sistem komputer mampu meniru kemampuan intelektual manusia. AI memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman, mengidentifikasi pola, membuat keputusan, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan cepat dan efisien.

IoT (Internet of Things)

Adalah konsep di mana objek atau perangkat fisik terhubung ke internet untuk mengumpulkan, mengirim, dan bertukar data secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Konsep ini menciptakan jaringan perangkat pintar yang dapat berkomunikasi satu sama lain, memungkinkan otomatisasi dan kontrol yang lebih efisien di berbagai bidang seperti rumah tangga, pertanian, kesehatan, dan industry.

Big data

Adalah kumpulan data yang sangat besar, kompleks, dan terus bertambah, yang tidak dapat dikelola dengan metode pemrosesan data tradisional

MEMAHAMI PENDIDIKAN BERKELANJUTAN

Apa itu Pendidikan Berkelanjutan?

Pendidikan yang bertujuan menciptakan SDM adaptif (sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk berinovasi, dan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan, tantangan, serta teknologi baru di lingkungan kerja yang dinamis),  fleksibel, berdaya pikir tinggi, dan sadar akan dampak tindakan mereka terhadap lingkungan dan masyarakat.

Tantangan Utama

Menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah arus digitalisasi yang   masif.

STRATEGI MENJAGA NILAI KEMANUSIAAN di Era Digital

1.     Pendidikan berbasis karakter

      mengintegrasikan pendidikan etika, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan (seperti Pancasila di Indonesia) ke dalam program literasi digital sangat penting. Ini membantu individu, terutama generasi muda, memahami cara menggunakan teknologi dengan benar dan menghindari efek negatifnya.

2.     Mendorong interaksi tatap muka

    Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan, bukan menggantikan, interaksi manusia yang otentik. Mendorong pertemuan langsung dan komunikasi personal membantu memelihara koneksi sosial yang mendalam.

3.     Membangun Komunitas Online Positif

        Menciptakan ruang daring yang mempromosikan nilai-nilai positif, rasa kebersamaan, dan saling menghargai dapat menangkal dampak negatif seperti cyberbullying dan perpecahan.

4.     Berfikir Kritis

       Mengembangkan kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menyaring informasi di tengah arus  digital yang masif, sehingga individu tidak mudah terjerumus dalam misinformasi, disrupsi, atau propaganda yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

5.      Kesadaran dan Tanggung Jawab Digital

        Setiap individu perlu memiliki kesadaran akan dampak tindakan mereka di ranah digital dan bertanggung jawab atas kontribusi mereka terhadap lingkungan digital yang sehat dan beradab.

6.     Pemanfaatan Teknologi untuk Kebaikan

        Menggunakan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai positif, budaya lokal, dan informasi bermanfaat dapat memperkuat identitas nasional dan nilai kemanusiaan di tengah globalisasi.

 7.     Peran Pemerintah dan Kebijakan

      Pemerintah perlu mengembangkan kebijakan dan panduan penggunaan teknologi yang mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan, serta memastikan akses teknologi yang adil bagi semua warga negara untuk mencegah kesenjangan digital.

 

PERAN SENTRAL GURU : Pendidik Karakter

Guru: Lebih dari sekedar pengajar

ü  Peran guru berevolusi dari sage on the stage menjadi guide on the side.

ü  Fokus utama di era ini adalah pembentukan karakter (soft skills dan etika).

ü  Guru sebagai teladan (digugu dan ditiru) dalam sikap, watak, dan perilaku.

ü  Guru sebagai motivator dan mentor yang menginspirasi pengembangan potensi diri siswa.

Peran guru dalam membentuk karakter di era digital

Membangun Karakter di Tengah Arus Teknologi

1.      Teladan Penggunaan Teknologi: Mengajarkan etika digital, keamanan siber, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

2.     Penanam nilai inti : Religius/Beriman, Gotong royong/ kolaborasi, Nasionalis/Cinta Tanah Air, Integritas (jujur  & tanggung jawab), Mandiri (Inisiatif & Adaptif)                                           

3.   Pengembangan HOTS (Higher Order Thinking Skills) : Melatih berpikir kritis dan pemecahan masalah (keterampilan abad ke-21).

 

 STRATEGI IMPLEMENTAI DI KELAS

      Integrasi teknologi berbasis nilai: (1) Menggunakan AI  sebagai alat bantu, bukan pengganti interaksi sosial dan diskusi etika, belajaran Kolaboratif (Project-Based Learning:  (2) Menerapkan proyek yang memerlukan kerja sama tim dan solusi kreatif untuk masalah nyata (3) Diskusi etika dan moral: Membahas dilema etika yang muncul akibat teknologi (misalnya, privasi data, AI dalam kehidupan sehari-hari) (4) Koneksi dunia nyata: Menghubungkan materi pelajaran dengan tantangan sosial dan lingkungan saat ini, (5) Pendekatan Pembelajaran Mendalam: Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati  dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan 

KONTRIBUSI TERHADAP PENDIDIKAN BERKELANJUTAN MEWUJUDKAN SDM MASA DEPAN YANG BERKARAKTER

        Keseimbangan Hard Skills & Soft Skills: Menghasilkan lulusan yang cerdas teknologi sekaligus beretika dan bermoral, menciptakan warga negara: Siswa siap berkontribusi pada masyarakat yang adil, setara, dan berkelanjutan, ketahanan mental dan etika : Memastikan generasi penerus tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan.


                                                                                                                                                                                                        Minggu, 22 Ffebruari 2026

                                                                                                                                                                                                         Sukiter

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama