Kolaborasi Orang Tua dan Guru untuk Kesehatan Mental Anak Usia Dini

Disampaikan dalam kegiatan Parenting di TK Santa Theresia Baleharjo

Rabu, 24 September 2025

 Pengertian Kesehatan Mental

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang mampu mengelola stres, berpikir produktif, serta berempati dan berinteraksi dengan baik.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak

Anak dengan mental yang sehat mampu berpikir lebih jernih, berkonsentrasi, dan belajar hal-hal baru dengan mudah.

Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental

Ada beberapa factor yang mempengeruhi Kesehatan mental anak, antara lain: faktor biologi (faktor fisik, genetik, sensorik, dan kondisi saat kehamilan), faktor psikologis ((hubungan emosional dengan orang lain, kemampuan kognitif, dan faktor lingkungan belajar), Kekerasan dalam rumah tangga (baik kekerasan fisik maupun verbal),  factor sosial budaya (Status sosial, konflik sosial, dan pengaruh media sosial), perundungan/ bullying. Perundungan dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan mental Si Kecil , termasuk kecemasan dan depresi), kehilangan dan isolasi sosial (kehilangan orang terdekat atau isolasi sosial juga dapat berdampak negatif pada mental si kecil), dan lingkungan (lingkungan yang positif dan bebas dari polusi ).

Jenis Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Ada beberapa jenis gangguan Kesehatan mental pada anak, antara lain: depresi, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Gangguan Makan, Gangguan Afektif (Suasana Hati), Gangguan Kecemasan, Gangguan Perilaku Disruptif, dan Gangguan Belajar & Komunikasi.

Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Tumbuh Kembang Anak

Kesehatan mental dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, misalnya dalam hal : interaksi sosial, regulasi emosi,  perkembangan kognitif dan gangguan Kesehatan mental.

Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak

1.       Dukungan emosional yang stabil

Pastikan Bunda selalu memberikan perhatian dan kasih sayang yang konsisten. Dukungan emosional yang positif membantu perkembangan emosi anak, si kecil merasa aman dan didengar. Hal ini memperkuat rasa percaya diri dan  kestabilan emosionalnya yang berperan dalam perkembangan mental.

2.       Mengajarkan cara mengelola stress

Ajarkan si kecil cara yang sehat untuk mengatasi stres, seperti teknik pernapasan, meditasi, atau bermain aktivitas yang kreatif. Hal ini membantu si kecil mengembangkan keterampilan mengelola emosi sejak dini, sehingga ia dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik.

3.      Memberi ruang untuk ekspresi diri

Beri kesempatan pada si kecil untuk mengekspresikan perasaannya, aktivitas seperti menggambar, menulis, atau berolahraga bisa menjadi outlet yang baik, Bunda juga bisa mengajaknya berbicara secara terbuka tentang apa yang ia rasakan, sehingga si kecil belajar bahwa perasaan apapun itu valid dan perlu disalurkan dengan cara yang sehat.

4.       Membangun hubungan social yang sehat

Bunda bisa membantunya mengembangkan hubungan yang baik dengan keluarga, teman sebaya, dan guru. Hubungan sosial yang penuh kasih dan empati akan lebih mudah untuk membentuk kepribadian yang kuat dan mandiri. Di sinilah peran penting Bunda dalam menetapkan batasan dalam hubungan, agar ia tumbuh memahami cara bersikap hormat, menghargai diri sendiri dan orang lain.

5.       Mengatur keseimbangan aktivitas online dan ofline

Di era digital, penting untuk bisa mengatur waktu yang sehat antara penggunaan teknologi dan interaksi langsung dengan lingkungan. Batasi waktu layar dan dorong aktivitas fisik serta sosial untuk menjaga keseimbangan mental Si Kecil. Berikan contoh bahwa dunia nyata tetap lebih penting daripada dunia maya.

6.      Mengajarkan pola hidup sehat

Kesehatan fisik yang baik turut memengaruhi kesehatan mental Si Kecil. Pastikan ia mendapat asupan nutrisi yang seimbang dengan makanan bergizi seperti buah, sayuran, dan protein. Selain itu, ajak Si Kecil berolahraga secara rutin dan pastikan ia cukup tidur. Pola hidup yang sehat akan mendukung perkembangan otaknya dan menjaga suasana hatinya tetap stabil.

Peran Guru dalam Menjaga Kesehatan Mental

Guru juga mempunyai peran untuk menjaga Kesehatan mental anak, antara lain: menciptakan lingkungan yang mendukung, peran sebagai teladan/ role model, memberikan dukungan dan perhatian, deteksi dini masalah Kesehatan mental, kolaborasi dan memberikan rujukan ke pihak lain jika terjadi suatu hal di luar kemampuan guru.

 

18 Januari 2026

Sukiter

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama