Tepus. SMK YPKK Tepus menjadi salah satu sekolah penerima layanan Mobile Learning Services (MLS) dari Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu–Kamis, 5–6 Februari 2026 di SMK YPKK Tepus dan diikuti oleh 25 guru dari berbagai mata pelajaran berasal dari SMK YPKK Tepus dan sekolah sekitar.

MLS merupakan program pelatihan pemanfaatan TIK  yang dilaksanakan Balai Tekkomdik DIY dengan mendatangi langsung satuan pendidikan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran digital yang interaktif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak Rudy Prakanto, S.Pd., M.Eng. selaku Kepala Balai Tekkomdik DIY dan Bapak Erick Syafriatna, S.Kom. Turut hadir pula, Bapak Khomsul Latifin, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala Seksi Layanan dan Promosi dan Ibu Eni Fajar Riyati Pujiastuti, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi, serta tim Tekkomdik DIY yang terlibat langsung dalam pelaksanaan layanan MLS di SMK YPKK Tepus.


Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ibu Dr. Sukiter, M.Pd. selaku Kepala SMK YPKK Tepus dilanjutkan dengan penyampaian motivasi oleh Bapak Rudy Prakanto, S.Pd., M.Eng., dengan tema “Menjaga Mutu SMK YPKK Tepus Gunungkidul di Era Kemajuan Teknologi Digital Menuju Sekolah Terdepan dalam Prestasi (School of Leading in Achievement)”.

Dalam paparannya, Bapak Rudy menekankan penerapan nilai AKIK (Adaptif, Kolaboratif, Inovatif, dan Komunikatif) sebagai sikap dasar warga sekolah dalam upaya menghebatkan sekolah. Beliau juga menyoroti disiplin sebagai karakter utama pendidik, yaitu disiplin tanpa harus diawasi, bekerja tanpa harus diperintah, dan bertanggung jawab tanpa harus diminta, sebagai fondasi dalam menjaga mutu sekolah.

Selain itu, Bapak Rudy menegaskan bahwa sekolah yang hebat tidak hanya dibangun melalui program dan teknologi, tetapi juga melalui kebiasaan saling mendoakan antarwarga sekolah. Menurutnya, doa merupakan kekuatan batin yang menyatukan niat, memperkuat kebersamaan, dan menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam membangun sekolah yang berprestasi dan bermartabat.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam pembinaan karakter peserta didik, misalnya melalui pengawasan program maghrib mengaji. Selain itu, disampaikan pula pentingnya motivasi menulis sebagai sarana refleksi dan pengembangan diri guru, serta penerapan growth mindset dalam merespons perubahan dan tantangan pendidikan. Materi tersebut dikuatkan dengan pesan QS. Al-Insyirah ayat 5–6, bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada kemudahan.

Sesi selanjutnya diisi dengan pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Wordwall yang dipandu oleh Bapak Erick Syafriatna, S.Kom. Para guru mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis game edukatif, seperti Anagram, Spin the Wheel, Open the Box, Unjumble, Wordsearch, Crossword, dan sebagainya. Melalui praktik langsung tersebut, guru dilatih menyusun media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mudah diadaptasi sesuai karakteristik materi dan peserta didik.

Pelatihan hari kedua difokuskan pada pengembangan media pembelajaran melalui integrasi Wordwall dan Canva AI. Pada sesi ini, guru dibimbing memadukan jenis game interaktif Wordwall dengan desain visual Canva untuk menghasilkan media pembelajaran dengan fitur sesuai kebutuhan, baik untuk penyajian materi, kuis, maupun ujian online sebagai asesmen formatif dan sumatif yang siap diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Pada waktu yang sama, sekolah juga melaksanakan kegiatan literasi dan nobar film pendidikan untuk siswa dipandu oleh tim Balai Tekkomdik. Film berjudul Anak Singkong, yang mengajarkan nilai pantang menyerah dalam menghadapi keterbatasan, keberanian untuk berpikir kreatif dan mandiri, serta pesan bahwa usaha kecil dapat berkembang menjadi peluang besar apabila dijalani dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah.

Seluruh rangkaian Bimtek MLS di SMK YPKK Tepus berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Kegiatan ditutup secara resmi oleh narasumber dan pihak sekolah pada akhir hari kedua.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan dan mengembangkan media pembelajaran interaktif dan kreatif secara optimal guna merealisasikan kegiatan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. (ist)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama