Optimalisasi Peran Komite Sekolah/ Madrasah untuk Memantapkan 7 Kebiasaaan Anak Indonesia Hebat

Disampaikan dalam kegiatan Webinar Forum Dewan Pendidikan Kab/Kota se-DIY

Rabu, 9 Desember 2025

 

Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH)

Yaitu Pembentukan karakter positif anak sejak dini yang bertujuan untuk menumbuhkan generasi muda Indonesia yang berakhlak mulia, disiplin, cinta tanah air, dan bertanggung jawab.

7 KAIH terdiri dari:

1.      Bangun pagi: Memulai hari lebih awal untuk memiliki waktu lebih banyak dalam melakukan aktivitas produktif dan menjaga kesehatan fisik serta mental.

2.     Beribadah: Bentuk pengabdian, penghormatan, dan ketaatan seseorang kepada Tuhan atau Tuhan yang diyakini, yang mencakup segala perkataan dan perbuatan yang dicintai serta diridhai oleh-Nya

3.   Berolahraga: Aktivitas fisik teratur yang bertujuan untuk meningkatkan atau memelihara kesehatan tubuh, kebugaran, dan kemampuan fisik, baik secara kompetitif maupun santai.

4.     Makan Sehat Bergizi: Pola konsumsi makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat yang cukup untuk menjaga fungsi tubuh

5.      Rajin Belajar: Sikap positif dan kebiasaan untuk terus menambah pengetahuan, keterampilan, dan wawasan demi pengembangan diri dan potensi diri, yang sangat penting untuk mencapai cita-cita dan membangun masa depan yang cerah

6.    Bermasyarakat: Proses atau sikap seseorang dalam hidup bersama dengan orang lain dalam suatu lingkungan sosial, dengan saling menghormati, bekerja sama, dan menjaga norma-norma yang berlaku.

7.      Tidur Cepat: Kebiasaan tidur di waktu yang tepat dan tidak larut malam untuk mencapai kualitas tidur yang baik, yang memungkinkan tubuh dan pikiran pulih secara optimal, sehingga meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta produktivitas.

Tujuan Pemerintah canangkan Program 7 KAIH

1.        Membentuk Karakter positif

2.     Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia: Generasi sehat, cerdas, terampil menjadi penerus yang mampu menghadapi tantangan

3.     Mencapai Visi Indonesia Emas 2045: menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045.

4.      Mengatasi Masalah Sosial dan Kesehatan: Mengatasi urgensi masalah seperti obesitas dan kecanduan gadget pada anak-anak melalui pembentukan kebiasaan hidup sehat. 

 Mekanisme Pelaksanaan 7 KAIH

Gerakan ini mengintegrasikan empat unsur penting dalam Pendidikan yaitu sekolah, keluarga, Masyarakat dan media.

1.       Sekolah (Guru, pendidik dan tenaga kependidikan) sebagai pelaksana utama

2.       Keluarga berperan dalam membentuk kebiasaan posotif melalui keteladanan dan dokumen

3.       Masyarakat turut berkontribusi dalam menanamkan nilai karakter

4.        Media sebagai sarana penyebaran informasi dan kampanye yang kreatif dan menyenangkan

 Peran Komite Sekolah

1.       Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 56

  1. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah.
  2. Komite sekolah/madrasah, sebagai lembaga mandiri, dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

2.          Dalam PP No 17 tahun 2010 pasal 196

  1. Komite sekolah/ madrasah berfungsi dalam   peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
  2. Komite sekolah/ madrasah menjalankan fungsinya secara mandiri dan profesional.
  3. Komite sekolah/ madrasah memperhatikan dan  menindaklanjuti terhadap keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat terhadap satuan pendidikan.
  4. Komite sekolah/ madrasah          dibentuk            untuk 1 (satu) satuan pendidikan atau gabungan satuan pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  5. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik kurang dari 200 (dua ratus) orang dapat membentuk komite sekolah/ madrasah gabungan dengan satuan pendidikan lain yang sejenis.
  6. Komite sekolah/ madrasah berkedudukan di  satuan pendidikan.
  7. Pendanaan komite sekolah/ madrasah dapat bersumber dari: Pemerintah; pemerintah daerah; masyarakat; bantuan pihak asing yang tidak mengikat; dan/ atau sumber lain yang sah.

                                                                                                                                                             Tepus, 25 Februari 2026

                                                                                                                                                              Sukiter

 

 

 

 

 

 

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama