Tepus, 24 Juni 2026 – SMK YPKK Tepus menggelar kegiatan Sinkronisasi Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai upaya menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas Pembina SMK, jajaran Yayasan YPKK Gunungkidul, komite sekolah, guru, serta LPK Bayu Utama sebagai mitra dunia kerja.
Kegiatan dibuka oleh Ketua YPKK Gunungkidul, Bapak Bahron Rasyid, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perencanaan yang matang merupakan kunci keberhasilan sebuah program. Oleh karena itu, setiap program pendidikan perlu dirancang secara terukur dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik serta perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sugiyanto juga memaparkan konsep Link and Match 8+i yang menekankan keterlibatan dunia kerja dalam pendidikan vokasi, mulai dari penyusunan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek riil, pelibatan guru tamu industri, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), sertifikasi kompetensi, peningkatan kompetensi guru, hingga komitmen penyerapan lulusan. Menurutnya, sinkronisasi kurikulum menjadi langkah penting untuk memastikan kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Suci Ambarwati, M.Pd., mempresentasikan rancangan Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 yang telah disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum SMK YPKK Tepus. Paparan tersebut mencakup struktur kurikulum, pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, pengaturan beban belajar, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan, serta berbagai program penguatan kompetensi peserta didik.
Dalam sesi tersebut, Ibu Jumarni, S.Pd. dari LPK Bayu Utama menekankan pentingnya penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung pencapaian kompetensi peserta didik. Ia juga mendorong agar pembelajaran pada mata pelajaran normatif dan adaptif semakin kontekstual dan terintegrasi dengan kebutuhan program keahlian. Selain itu, perkembangan dunia kerja yang terus berubah menuntut sekolah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Lebih lanjut, Ibu
Jumarni menyampaikan kesiapan LPK Bayu Utama dalam mendukung pembelajaran
vokasi melalui fasilitas praktik dan simulasi budaya kerja yang mendekati
kondisi industri. Selain kompetensi teknis, peserta didik juga perlu dibekali
kemampuan literasi, numerasi, kolaborasi, kerja tim, dan pelayanan prima
sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Bapak Drs. Sukamto memberikan masukan terkait implementasi struktur kurikulum, pelaksanaan PKL, serta pentingnya memperhatikan regulasi terbaru yang berkaitan dengan capaian pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan vokasi.
Komite SMK YPKK
Tepus, Bapak Jumadi, S.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas kesungguhan
sekolah dalam menyusun dan menyelaraskan kurikulum bersama berbagai pihak.
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, pengawas, mitra dunia kerja, dan komite
merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menyiapkan
lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Sinkronisasi Kurikulum oleh pihak sekolah dan mitra dunia kerja sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini,
SMK YPKK Tepus memperoleh berbagai rekomendasi yang akan menjadi dasar
penyempurnaan Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027. Kurikulum yang dihasilkan
diharapkan mampu mendukung terwujudnya lulusan yang kompeten, adaptif,
berkarakter, serta siap bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha. (ist)
Posting Komentar