Acara dipandu oleh Bapak Kastana, MPd., guru SMK YPKK Tepus yang dahulu juga merupakan guru SD dari Bapak Heri Kurnianta. Sambutan awal disampaikan oleh Bapak Bahron Rasyid, S.Pd., M.M., Ketua YPKK Cabang Gunungkidul, memberikan apresiasi atas kehadiran narasumber serta menegaskan komitmen sekolah dalam mendampingi peserta didik untuk mewujudkan mimpi mereka. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMK YPKK Tepus, Dr. Sukiter, M.Pd. yang mengulas sejarah berdiri dan perkembangan sekolah.
Bapak Heri membagikan perjalanan hidupnya yang dimulai dari kampung kecil di Rongkop Gunungkidul dan saat ini tinggal di Nagano Ken, Kamiina Gun, Minowa Machi, Nakaminowa, Jepang. Dalam penyampaiannya, narasumber menceritakan pengalaman pribadi yang penuh dinamika dan pelajaran berharga. Beliau menekankan bahwa asal-usul ataupun keterbatasan ekonomi bukanlah batasan untuk meraih mimpi. Kesuksesan tidak diukur oleh modal finansial, melainkan oleh prinsip, tujuan, dan keberanian bermimpi.
Dari pengalaman pribadinya, beliau membuktikan bahwa ketekunan dan integritas dapat membawa seseorang dari desa sederhana menuju kepemimpinan perusahaan internasional di Jepang.
Dalam sesi bersama guru, beliau menyampaikan contoh-contoh praktik pendidikan di Jepang sebagai inspirasi, di antaranya pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik melalui pembiasaan positif. Pendidikan di Jepang berorientasi pada pembentukan SDM yang memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaaan, bukan SDM pencari kerja, sehingga ekosistem pekerjaan tumbuh lebih produktif di negara tersebut.
Budaya disiplin, kolaborasi, serta
pembiasaan kemandirian sejak dini menjadi poin inspiratif yang dapat diterapkan
di sekolah. Beliau menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam mencetak
generasi yang bukan sekadar pintar tapi juga berkarakter baik melalui budaya
belajar yang menyenangkan.
Selain itu, beliau menekankan strategi
pengembangan SDM yang expert, yakni membantu peserta didik menemukan
bidang yang disukai sesuai dengan bakat dan minat mereka, sehingga memiliki
keahlian yang spesifik bukan sebatas kemampuan rata-rata.
Selain motivasi, narasumber memberikan
gambaran tentang peluang magang dan bekerja di Jepang, termasuk pentingnya
peran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai mitra penyaluran SDM. Beliau juga
menyampaikan filosofi “mengundang kupu-kupu, bukan mengejar kupu-kupu”,
yaitu membangun kualitas diri dengan maksimal sehingga peluang datang dengan
sendirinya.
Acara ditutup dengan penandatanganan
kerja sama antara SMK YPKK Tepus dan narasumber, disertai penyerahan sertifikat
dan suvenir Shibori Batik karya siswa SMK YPKK Tepus sebagai simbol apresiasi
dan kolaborasi.
Sarasehan ini tidak hanya menjadi ruang motivasi, tetapi juga refleksi strategis bagi pengembangan kapasitas siswa dan profesionalisme guru—menegaskan bahwa pendidikan yang efektif adalah perpaduan antara ilmu, karakter, dan keberanian menapaki dunia dengan kompetensi yang memadai. (ist)
Posting Komentar