Tepus — SMK YPKK Tepus menggelar Sarasehan dengan tema Peluang Karir di Jepang pada 01 Desember 2025 dalam rangka memperingati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 dengan menghadirkan Bapak Heri Kurnianta, S.Pt., M.Agr., Ph.D., selaku CEO Sankyo Metal Indonesia dan Sankyo Metal Co., Ltd. Japan sekaligus Co-Founder Kasuga Office Japan. Kegiatan ini dirancang sebagai forum pembelajaran strategis bagi siswa dan guru, mengintegrasikan pengembangan karakter, wawasan global, dan pengalaman hidup yang inspiratif.


Acara dipandu oleh Bapak Kastana, MPd., guru SMK YPKK Tepus yang dahulu juga merupakan guru SD dari Bapak Heri Kurnianta. Sambutan awal disampaikan oleh Bapak Bahron Rasyid, S.Pd., M.M., Ketua YPKK Cabang Gunungkidul, memberikan apresiasi atas kehadiran narasumber serta menegaskan komitmen sekolah dalam mendampingi peserta didik untuk mewujudkan mimpi mereka. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMK YPKK Tepus, Dr. Sukiter, M.Pd.  yang mengulas sejarah berdiri dan perkembangan sekolah.


Bapak Heri membagikan perjalanan hidupnya yang dimulai dari kampung kecil di Rongkop Gunungkidul dan saat ini tinggal di Nagano Ken, Kamiina Gun, Minowa Machi, Nakaminowa, Jepang. Dalam penyampaiannya, narasumber menceritakan pengalaman pribadi yang penuh dinamika dan pelajaran berharga. Beliau menekankan bahwa asal-usul ataupun keterbatasan ekonomi bukanlah batasan untuk meraih mimpi. Kesuksesan tidak diukur oleh modal finansial, melainkan oleh prinsip, tujuan, dan keberanian bermimpi. 



Dalam forum ini, siswa diajak memahami pentingnya fokus pada tujuan hidup. Bahwa energi terbaik harus diarahkan pada langkah yang membawa kemajuan, bukan pada hal-hal tidak penting yang mengalihkan perhatian. Puncak tujuan akan tercapai jika seseorang fokus pada jalurnya serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau menekankan pentingnya memiliki mimpi yang tinggi, terutama di usia produktif, serta memaknai proses hidup sebagai pembentuk karakter. “Yang kita gunakan untuk hidup adalah ilmu, bukan sekadar gelar,” ujarnya.

Dari pengalaman pribadinya, beliau membuktikan bahwa ketekunan dan integritas dapat membawa seseorang dari desa sederhana menuju kepemimpinan perusahaan internasional di Jepang. 



Dalam sesi bersama guru, beliau menyampaikan contoh-contoh praktik pendidikan di Jepang sebagai inspirasi, di antaranya pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik melalui pembiasaan positif. Pendidikan di Jepang berorientasi pada pembentukan SDM yang memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaaan, bukan SDM pencari kerja, sehingga ekosistem pekerjaan tumbuh lebih produktif di negara tersebut.


Budaya disiplin, kolaborasi, serta pembiasaan kemandirian sejak dini menjadi poin inspiratif yang dapat diterapkan di sekolah. Beliau menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang bukan sekadar pintar tapi juga berkarakter baik melalui budaya belajar yang menyenangkan.


Selain itu, beliau menekankan strategi pengembangan SDM yang expert, yakni membantu peserta didik menemukan bidang yang disukai sesuai dengan bakat dan minat mereka, sehingga memiliki keahlian yang spesifik bukan sebatas kemampuan rata-rata.

Selain motivasi, narasumber memberikan gambaran tentang peluang magang dan bekerja di Jepang, termasuk pentingnya peran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai mitra penyaluran SDM. Beliau juga menyampaikan filosofi “mengundang kupu-kupu, bukan mengejar kupu-kupu”, yaitu membangun kualitas diri dengan maksimal sehingga peluang datang dengan sendirinya.



Acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara SMK YPKK Tepus dan narasumber, disertai penyerahan sertifikat dan suvenir Shibori Batik karya siswa SMK YPKK Tepus sebagai simbol apresiasi dan kolaborasi.

Sarasehan ini tidak hanya menjadi ruang motivasi, tetapi juga refleksi strategis bagi pengembangan kapasitas siswa dan profesionalisme guru—menegaskan bahwa pendidikan yang efektif adalah perpaduan antara ilmu, karakter, dan keberanian menapaki dunia dengan kompetensi yang memadai. (ist)



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama