About Me



YOGYAKARTA -- Kamis, 27 Februari 2020, Ibu Sukiter, M.Pd. selaku Kepala SMK YPKK Tepus menghadiri undangan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema SMK Mbangun Desa. Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Utama Senat Gedung Rektorat UNY.


Tidak semua SMK di DIY mengikuti acara ini. Hanya nama-nama yang mendaftar dan mendapat undangan saja yang hadir. SMK YPKK Tepus termasuk salah satu sekolah yang terdaftar dalam lampiran undangan bersama dengan 91 SMK lainnya.


Hadir dalam acara tersebut Bapak Rektor UNY selaku keynote speaker yang sekaligus membuka acara FGD. Hadir pula beberapa pejabat UNY dan dosen, pengurus MKKS SMK Kabupaten Kota dan DIY.


Disampaikan dalam acara tersebut mengenai urgensi program SMK Mbangun Desa. Bahwasanya desa memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, akan tetapi selama ini masih belum disentuh secara optimal dan serius.


Banyak lulusan SMK yang segera pergi dari kampung halaman dan mendekat ke daerah industri demi mengejar gaji UMR. Sehingga desa menjadi tidak berkembang, nihil lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat tidak meningkat secara signifikan.


Dipaparkan pula tentang keistimewaan SMK sebagai lembaga yang memiliki peran dan potensi strategis dalam Mbangun Desa, antara lain: SMK sudah berada di setiap kecamatan; SMK adalah penghasil Sumber Daya Manusia (SDM) usia muda dari desa yang terlatih, terampil, dan teruji, handal bahasa asing serta penghasil putera daerah yang memahami kondisi desanya dan siap membangun berbekal kompetensi yang dimiliki.


Diharapkan potensi ini dioptimalkan sebaik mungkin oleh SMK untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa sesuai dengan jurusan akademik yang ada di sekolah. Dari program kompetensi yang dimiliki sekolah masing-masing, kemudian diturunkan menjadi program atau kegiatan yang memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat desa.


Misalnya, bakti sosial lingkungan hidup, pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik, menanam buah-buahan impor, membuka mini market di desa, membuka usaha service motor, membuka usaha apotek, membuka usaha konveksi dan tekstil, dan sebagainya. Semua program tersebut dikelola oleh SMK, dikembangkan secara berkesinambungan, bersinergi dengan warga masyarakat sekitar.


Lokasi SMK YPKK Tepus terletak pada perkampungan yang cukup terpencil dengan kondisi masyarakat yang masih memerlukan banyak pembenahan dan pembangunan dari berbagai aspek, maka sudah selayaknya SMK YPKK Tepus memberi peran dalam pembangunan desa di sekitarnya.


Ibu Sukiter, M.Pd. menyampaikan bahwa SMK YPKK Tepus harus siap mengambil peran ini. Sesuai dengan program keahlian yang ada saat ini, yakni Tata Busana dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.


“Program ini harus kita jadikan sebagai stimulan khusus dalam meningkatkan karya nyata sekolah kita bagi pembangunan desa. Menerapkan ilmu dan kompetensi siswa secara langsung di lapangan. Kita akan berusaha mewujudkan program Mbangun Desa setahap demi setahap mulai dari yang paling sederhana ” ujar beliau.


Program SMK Mbangun Desa diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi ketertinggalan dan kemiskinan masyarakat desa. Menjadi langkah nyata SMK dalam mewujudkan perubahan positif dalam masyarakat.


Sebagaimana yang disampaikan oleh Mendikbud RI dalam pidatonya Pada Hari Guru Nasional tahun 2019, “Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba. Jangan menunggu perintah. Ambil lah langkah pertama.” Bakti sosial yang melibatkan seluruh warga kelas adalah salah satu implementasinya.


Kegiatan FGD dengan tema SMK Mbangun Desa ini merupakan bentuk kepedulian UNY terhadap SMK yang berlokasi di pelosok desa, baik negeri maupun swasta. Semoga banyak SMK yang dapat mengimplementasikannya dengan baik sesuai harapan. (ist)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama